Jerman Berhenti di 32 Besar
World Cup 2026 benar-benar berakhir untuk Jerman, berhasil menjadi pemuncak grup E dengan menang melawan Curacao dan Pantai Gading serta kalah dari Kolombia. Jerman harus kalah dari Paraguay di babak 32 besar dan angkat koper dari AS. Kegagalan tersebut lantas menimbulkan pertanyaan, apa yang salah?
Pemilihan Pemain Nagelsmann
Julian Nagelsmann sedari awal sudah menjadi buah bibir dengan beberapa pemain yang ia pilih untuk membela Jerman di World Cup 2026. Nama-nama seperti Karem Adeyemi, Tin Klindeist, Nicola Fulkrug dan Yann Bisseck tidak masuk ke dalam skuad.
Nagelsmann lebih memilih pemain yang berpengalaman seperti Leroy Sane, Pascal Gross yang memang di level klub sudah mulai meredup. Hal tersebut sebenarnya bukan menjadi masalah, yang lebih parah terjadi ketika Nagelsmann kembali mempercayakan penjaga gawang nomor satu kepada Manuel Neuer.
Neuer sebenarnya sudah menyatakan pensiun beberapa waktu lalu, bahkan sang penjaga gawang tidak ikut sama sekali di ajang kualifikasi Piala Dunia zona Eropa. Pada saat ini, Oliver Baumann yang menjadi kiper utama dan sukses membawa tim Panser lolos ke putaran final Piala Dunia.
Masalah lalu muncul ketika Marc Andre Ter Stegen mengalami cedera, alih-alih membawa kiper baru untuk menjadi pelapis Nagelsmann malah memanggil kembali Neuer yang sebenarnya sudah pensiun. Alasan Nagelsmann memanggil kembali sang penjaga gawang karena ia mengaku membutuhkan pengalaman dan kepemimpinannya.
Neuer bukan hanya kembali ke timnas Jerman, ia bahkan kembali menjadi pemain utama untuk menggeser Oliver Baumann yang sudah berjuang bersama Tim Panser sejak di kualifikasi Piala Dunia zona Eropa. Dimulai dari hal tersebut, kabarnya internal timnas Jerman pun sudah mulai tidak kondusif.
Awalnya Semua Berjalan Baik
Pada pertandingan perdana World Cup 2026, Jerman berhasil menang besar melawan Curacao dengan skor telak 7-1. Di laga tersebut, Kai Havertz yang dipercaya menjadi striker utama berhasil mencetak dua gol dan lima gol lainnya dicetak oleh Undav, Brown, Musiala, Schlotterbeck dan Nmecha.
Pada laga kedua, Jerman menghadapi lawan yang sedikit sulit yakni Pantai Gading. Di laga tersebut mereka bahkan kebobolan lebih dulu, Jerman baru bisa menyamakan kedudukan dan membalikan keadaan di babak kedua setelah Deniz Undav masuk dan berhasil memborong dua gol.

Dengan dua kemenangan tersebut, Jerman berhasil lolos ke babak 32 besar dan melawan Kolombia di pertandingan pamungkas babak grup. Di laga yang sudah tidak menentukan ini, Nagelsmann hanya melakukan rotasi dengan mengganti Brown oleh David Raum dan Rudiger yang bermain menggantikan Schlotterbeck yang mengalami cedera.
Hasilnya Jerman menelan kekalahan dengan skor 2-1, padahal di laga tersebut Jerman sudah unggul lebih dulu melalui gol Sane di dua menit awal laga. Namun Kolombia yang sangat membutuhkan kemenangan berhasil membalikan keadaan.
Pada babak 32 besar, Jerman bertemu dengan Paraguay dan disinilah taktikal Julian Nagelsmann benar-benar mandek. Ia langsung bermain dengan dua striker dengan menduetkan Deniz Undav dan Kai Havertz di lini depan, hasilnya mereka sudah mencetak gol karena tidak adanya peran pemain nomor 10 yang biasa diisi oleh Jamal Musiala.
Pertandingan di waktu normal pun usai dengan skor imbang 1-1 setelah gol Enciso berhasil disamakan oleh gol Kai Havertz. Pertandingan berlanjut ke babak extra time lalu kembali berlanjut ke babak adu penalti, di babak adu penalti inilah mental pemain Jerman benar-benar kalah telak.
Pada posisi penendang terakhir di babak adu penalti, Kimmich terlihat menunjuk beberapa pemain seperti Goretzka, Brown, Anton dan Thiaw untuk menendang penalti dan semuanya menolak karena takut. Alhasil bola dieksekusi Jonathan Tah yang seumur hidupnya tidak menendang penalti, alhasil bola melambung ke atas gawang.
Man Manajemen dan Mental Pemain Jerman jadi Penyebab Utama
Di kasus Manuel Neuer yang kembali menjadi penjaga utama timnas Jerman, sang pelatih Julian Nagelsmann benar-benar tidak bisa menguasai ruang ganti. Ia tidak bisa menjelaskan secara baik dan benar kepada para pemain atas apa yang seharusnya menjadi keputusannya sebagai seorang pelatih.
Setelah internal riuh, ia juga tidak bisa benar-benar menyelesaikan hal tersebut dan yang terjadi adalah performa pemain di lapangan yang menurun. Terlebih Nagelsmann juga tidak bisa menaikan mental para pemain untuk berlaga di World Cup 2026.
Kasus sejumlah pemain yang tidak mau mengambil tendangan penalti menjadi bukti bahwa para pemain Jerman benar-benar tidak mempunyai mentalitas untuk bermain di World Cup 2026. Selain para pemain menolak, Kimmich sebagai kapten juga tidak bisa meyakinkan sang pemain untuk akhirnya mau menjadi algojo tendangan 12 pas.
Kegagalan Jerman di World Cup 2026 ini memang bukan sebuah kebetulan, tapi sudah terjadi sejak Nagelsmann menjadi seorang pelatih. Nagelsmann dinilai belum siap untuk menjadi pelatih tim nasional dengan tidak bisa menguasai ruang ganti dan tidak bisa menaikan mentalitas para pemain.
●●●
Kunjungi halaman blog kami untuk membaca berita SEPAK BOLA dan informasi pasaran taruhan
Selalu menjadi yang terdepan dalam mendapatkan informasi seputar olahraga dan bursa taruhan



